ADSENSE

Budidaya Kedelai di Lahan Sawah

Post a Comment

BENIH KEDELAI DITANAM DENGAN TUGAL


Pada kondisi musim kemarau, sebaiknya lubang tanam lebih dalam untuk menghindari kekeringan, sedangkan pada musim hujan lubang tanam sebaiknya lebih dangkal untuk menghindari pembusukan akar akibat tanah becek. 

KEBUTUHAN BENIH: 

Kebutuhan benih: antara 40 -50 kg/ha, biji sedang 40 kg, biji besar 50 kg. Tergantung 1 dari ukuran biji. Semakin besar ukuran biji sebanyak-banyak benih yang dibutuhkan, sebaliknya semakin kecil ukuran biji semakin O sedikit kebutuhan benih. 

JARAK TANAM: 

40 cm x 25 cm atau 40 cm x 20 cm atau 40 cm X15 cm atau 40 cm x 10 cm. Tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan umur tanaman. Semakin tinggi kesuburan tanah, sebaiknya jarak tanam yang digunakan yang lebih renggang begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat kesuburan tanah sebaiknya menggunakan jarak tanam yang lebih rapat. 

PERHATIKAN LAHAN: 

Pada lahan sawah tadah hujan, sebaiknya penanaman dilakukan tidak lebih dari 7 hari setelah panen padi. Pada kondisi tanah kering, ada beberapa cara yang sering dilakukan petani antara lain membuat alat tugal yang dilengkapi dengan penampungan air.

PENYAKIT KEDELAI DAN CARA MENGATASINYA

PENYAKIT BUSUK AKAR 

Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menyerang biji sebelum dan sesudah munculnya dipermukan tanah. Pembusukan pada akar dan batang menyebabkan tanaman menjadi layu pada saat perkecambahan dan tanaman dewasa. 

Gejala: Pada tanaman dewasa yaitu pertama daun pinggirnya menjadi kuning dan selanjutnya menjadi layu. 

Pengendalian: Menggunakan fungisida yang berbahan aktif Mankozeb, Metil tiofanat, Klorotalonil, dan Benomil. 

PENYAKIT BUSUK BATANG 

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsii Sacc. yang memungkinkan patogen ini dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman dewasa pada bagian daun bahkan polong kedelai. 

Gejala: Berupa nekrosis pada jaringan floem pada pangkal batang. Nekrosis terjadi pada pangkal batang dekat permukaan tanah. Pada tanaman sakit yang menunjukkan gejala layu, pangkalnya berubah warna menjadi coklat kemerahan. 

Pengendalian: Menggunakan fungisida Mankozeb, Metil tiofanat, Klorotalonil, dan Benomil. Penggunaan Trichoderma sp sebagai model pengendalian menggunakan jamur antagonis yang efektif dan aman dari pengaruh dampak lingkungan. 

PENYAKIT VIRUS MOSAIK (SMV) 


Tulang daun pada yang masih muda menjadi kurang jernih. Selanjutnya daun berkerut dan mempunyai gambaran mosaik dengan warna hijau gelap di sepanjang tulang daun. 

Gejala: Tanaman yang terinfeksi SMV ukuran bijinya mengecil dan jumlah biji berkurang sehingga hasilnya turun. Bila penularan virus terjadi pada tanaman muda, penurunan hasil berkisar 50-905.. 

Pengendalian: Menanam varietas tahan atau toleran, mengendalikan vektornya termasuk jenis kutu-kutu (Aphis sp), dan mengendalikan jenis tanaman inang lainnya termasuk jenis kacang-kacangan lainnya. 

Sumber: Kementan

Related Posts

Post a Comment

mgid