ADSENSE

WAKTU TANAM, DAN PENANAMAN CABAI

Post a Comment

Pemilihan Waktu Tanam Yang  Tepat.

Pemilihan waktu tanam yang tepat erat hubungannya dengan ketersediaan air yang mencukupi, kapasitas curah hujan, serta hama dan penyakit. Kenapa demikian? Karena apabila tanaman cabai kekurangan air akan menyebabkan kelambatan pertumbuhan, dan untuk jumlah buah yang dihasilkanpun akan berkurang. Sebaliknya apabila kelebihan air dan tanaman cabai tumbuh ditanah yang becek juga akan berpengaruh pada pertumbuhannya dan mudah terkena penyakit terutama yang disebabkan oleh jamur. Curah hujan yang terlalu berlebihan juga membuat bunga cabai berguguran dan buahnya akan banyak yang membusuk.

Pemilihan waktu tanam juga berbeda menurut lokasi dan tipe lahan. Untuk lahan yang kering atau tegalan sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan, sementara untuk lahan sawah penanaman dilakukan pada akhir musim hujan.


Penanaman C abai.

Sebelum penanaman, garitan-garitan dan lubang pada bedengan diberi pupuk kandang (pupuk kompos), setelah itu diatasnya dimasukan pupuk buatan. Adapun dosis pupuk kandang adalah 20-30 ton/ha dan pupuk NPK King 21-21-21 sebanyak 100  gr/meter. Setelah itu bedengan disiram air dan lalu dipasangi mulsa (Plastik hitam perak).

Pemasangan mulsa bertujuan untuk menjaga struktur tanah agar tetap gembur, memelihara kelembaban dan temperatur tanah, menghindari pencucian unsur hara dikala hujan, menekan perkembangan gulma, dan terhindar dari erosi tanah.

Plastik hitam perak dapat diganti dengan plastik putih  transparan, atau jerami. Namun penggunaan mulsa jenis plastik memiliki kelebihan karena dapat menghindari tanaman cabai dari hama trips, tungau dan virus.

Selain itu dengan penggunaan mulsa jenis plastik juga membuat penanaman cabai dapat dilakukan di musim hujan maupun kemarau. Sementara mulsa jerami hanya cocok digunakan pada musim kemarau, karena kalau digunakan pada musim hujan akan cenderung berat dan basah, suatu kondisi yang disenangi oleh hama penyakit.



Cara menanam cabai pada bedengan:

•     Tanam pada pagi atau sore hari.

•     Sehari sebelumnya lahan diairi bersamaan dengan pembuatan lubang pada mulsa.

•     Lepaskan polybag tanpa merusak akar, lalu tanam dan siram secukupnya (media semai menyatu dengan tanah).

•     Segera tutup dengan tanah jika akar terlihat.

•     Jangan ada rongga diantara tanah dan plastik mulsa.



Setelah tanaman cabai cukup tinggi juga perlu dipasang ajir atau lanjaran untuk menopang tanaman agar dapat berdiri kokoh. Lanjaran dapat dibuat dari tanaman bambu atau kayu yang diikat dengan tali.

Teknik pemasangan lanjaran yang benar adalah sebagai berikut:

•     Tinggi  lanjaran 1,5  – 1,75 m tergantung tipe tanaman cabai.

•     Pemasangan lanjaran maksimal 21  hari setelah tanam.

•     Pengikatan dengan tali membentuk huruf  8.


Penanaman Cabai Di Luar Musim.

Apabila diinginkan melakukan penanaman tanaman cabai diluar musim tanam seperti musim penghujan, maka untuk menghindari serangan hama penyakit dan lambatnya pertumbuhan dapat dilakukan teknik penanaman sebagai berikut:

1.     Penanaman cabai merah dengan penggunaan mulsa plastik perak hitam dan naungan/atap plastik transparan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penanaman cabai merah di musim hujan dengan naungan plastik dan mulsa plastik hitam memberikan hasil tertinggi.

2.     Penanaman cabai merah dalam kultur  agregat hidroponik dengan naungan/ atap plastik transparan. Penanaman cabai merah dilakukan dalam kantung plastik (“polybag”) hitam yang berisi media tumbuh berupa campuran pasir dan arang sekam padi (1:1). Untuk larutan hara digunakan larutan pupuk NPK King 21-21-21(2 g/l air) yang disiramkan pada media tumbuh dengan volume 300-600 ml per tanaman, setiap 3 hari. Di samping itu, pupuk pelengkap cair (PPC) Metalik (1 cc/l) diberikan dengan cara disemprotkan pada tanaman.




Related Posts

Post a Comment

mgid