ADSENSE

SEJARAH PERANG SALIB

Post a Comment

Perang salib merupakan salah satu perang terbesar sepanjang sejarah yang berlangsung kurang lebih dua abad lamanya, yakni sejak tahun 1099 sampai 1291. Perang salib terjadi secara besar-besaran sebagai tragedi berdarah yang memperebutkan satu kota suci agama Ibrohimiyah(Islam, Kristen dan Yahudi), yakni Jerussalem. Namun, karena pada waktu itu kekuatan Yahudi lemah, maka yang kentara ialah perang salib di pawangi oleh eksponen Islam dan Kristen. Sejak lama, bahkan masih di era Kenabian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, pihak Kristen Barat sudah sangat memusuhi gerakan dakwah Islam. Segala macam taktik dan strategi mereka lakukan demi untuk menghancurkan perkembangan Islam. Jalan perang pun tak terelakkan sejak di masa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam hingga pada generasigenerasi selanjutnya. Puncak peperangan ditandai dengan adanya ide Perang Salib.

Perang salib dimulai dengan penghianatan akidah. Kedengkian dan kecemburuan terhadap kaum muslimin telah mengkristal di dalam hati para pendengki, yaitu para tentara perang Salib yang dikenal dengan sebutan Paus Erian II. Pada tahun 1095 M, dia mengadakan kongres umat Kristen di kota Clairmount, Prancis. Dalam pertemuan itu semua kedengkian dan kebencian terhadap islam dan orang islam dilontarkannya, sentiment keagamaan dikeluarkannya sehingga dapat mengorbankan api perang Salib selama dua abad lamanya. Mereka sepakat mengirim pasukan salib untuk berperang ke negara Islam dengan dalih merebut Al- Quds yang 20 diantaranya terbuat dari emas.

1.       Akar Sejarah Perang Salib

 Perang Salib adalah serangkaian ekspedisi militer yang diorganisasikan oleh Eropa Kristen terhadap kekuatan kaum muslimin di Timur Dekat untuk mengambil alih control atas Kota Suci Jerusalem. Perang ini berlangsung sekitar 2 abad lebih, yaitu sejak tahun 1096 M ketika perang pertama diserukan oleh pihak Eropa Kristen hingga tahun 1291 M saat tentara Salib di Timur dipaksa keluar dari Acre-Suriah yang merupakan pertahanan terakhir mereka Seperti diketahui, Kristen Barat atau orang-orang kafir sejak dahulu telah memusuhi dan memerangi Islam sejak awal kehadirannya. Dan perang salib merupakan peperangan yang masih satu rangkaian dari misi permusuhan panjang terhadap dakwah Islam bahkan sampai di era modern seperti saat ini. Ada poros kekuatan utama yang memicu berlangsungnya perang salib ini, yakni Kekaisaran Byzantium (Romawi), Kerajaan Spanyol, Gerakan Salibiyah, Blokade Negara-Negara Salibis, dan Penjajahan (Kolonialisme)

a. Kekaisaran Byzantium

Awal mula munculnya gerakan politik Kekaisaran Byzantium dalam melawan dakwah Islam sudah muncul sejak era Kenabian, yaitu sekitar tahun ke-5 H. Banyak peperangan yang terjadi diantaranya keduanya, diantaranya seperti Perang Tabuk maupun Perang Mu’tah

Dengan makin kokohnya Negara Islam, membuat kekhwatiran yang begitu besar dalam benak Kekaisaran Byzantium, terutama dari pihak Islam yang datang dari arah Selatan. Pasukan Byantium mulai memahami semakin kuat dan banyaknya perlawanan yang menghadang mereka, dan mereka menyadari pentingnya segera mempersiapkan diri untuk menghadapi semua perlawanan itu.

b. Kerajaan Spanyol

Andalusia (Spanyol) merupakan saksi atas terjadinya berbagai serangan yang terus-menerus datang dari arah utara, dimana seranga tersebut adalah buah dari adanya permusuhan sengit dan menguji kepemimpinan Daulah Umayyah. Serbuan pembelaan Islam datang dua kali. Pertama oleh tentara al-Murabitun dari Maroko yang telah memberikan banyak catatan kepada kita dalam lembaran kemuliaan karena kemenangan mereka dalam perang az-Zallaqah melawan orang- orang Spanyol Kristiani pada tahun 479 H. Kedua datangnya tentara al-Muwahidun yang berhasil mencapai kemenangan telak atas orang-orang Kristiani dalam Perang al- Arak pada tahun 591 H

Namun, pada akhirnya kekuatan muslim di Andalusia mulai melemah dan mengalami perpecahan diantara mereka. Puncaknya ketika mereka berhasil dikuasai oleh Kerajaan Granada di bawah kepemimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada tahun 897 H. Dampaknya, seluruh asset dan eksistensi keislaman di bumi Andalusia benar-benar dimusnahkan. Kaum muslimin yang ada dipaksa untuk masuk dalam ajaran Kristen, dan jika menolak mereka akan diusir atau pilihan yang kedua yakni dibunuh secara kejam dan sadis.

c. Gerakan Salibiyah

 Gerakan ini juga dinamakan dengan gerakan Kristenisasi. Gerakan ini merupakan wujud nyata penolakan dan perlawanan orang-orang Kristiani terhadap Islam. Gerakan ini telah berkembang secara aktif selama berabadabad dan wujudnya senantiasa menyesuaikan dengan setiap zaman yang ada. Kaitannya dengan Perang Salib, banyak para penulis sejarah yang menyatakan bahwa gerakan ini merupakan model gerakan imperialisme baru yang lahir di Eropa Barat dengan menjelma dalam bentuk serangan militer terhadap wilayah-wilayah Islam di Syam, Irak, Mesir, Tunisi, dan lainnya

d. Blokade Negara Salibis

Tak lama setelah Eropa berhasil menghancurkan eksistensi Islam di Spanyol, kemudian dibawah komando Spanyol dan Portugal, lalu diikuti Inggris, Belanda dan Perancis, mereka mulai mengadakan aksi blokade sejarah terhadap dunia Islam melalui jalur-jalur belakang Afrika dan Asia. Seperti ditemukannya jalur perairan baru oleh mereka di sekitar Tanjung Harapan menjadikan bisnis perdagangan kaum muslimin saat itu menjadi melemah. George Kirk berkata,”Tujuan Henry Sang Pelaut adalah untuk menjaga kontinuitas keenangan pasukan salib atas pasukan Islam, secara militer dan perdagangan. Merebut kawasan bisnis emas dan barang-barang perdagangan berharga lainnya dari tangan kaum Muslimin. Dan membangun kongsi dengan kekuatan lain untuk menghancurkan kekuatan Islam dari arah Selatan”.

e. Penjajahan (Kolonialisme)

 Hal ini merupakan suatu bentuk dan cara baru bagi Eropa untuk menguasai Negara-negara lain, khususnya Negara muslim. Hal ini didorong oleh adanya Revolusi Industri di Inggris yang bertujuan untuk menemukan pasar baru bagi produk mereka, sumber bahan-bahan baku industri, dan mencari sumber tenaga kerja murah untuk dijadikan sebagai budak. Penjajahan ini berada dibawah pimpinan Negara Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, Italia, dan Jerman, dimana hal ini berlangsung cukup lama sampai decade pertama abad ke-20. Penjajahan ini selain dilakukan atas motif ekonomi juga nyatanya mempunyai tujuan lain, yakni menyebarkan agama Kristen.

2. Faktor Utama Perang Salib

Perang salib, suatu peperangan yang dilancarkan oleh orang- orang Kristen Barat terhadap kaum muslimin di Asia Barat dan Mesir, yaNg dimulai pada akhir abad ke sebelas sampai akhir abad ketiga belas. Peperangan ini dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Philip K. Hitti berpenapat bahwa latar belakang terjadinya perang Salib karena reaksi dunia Kristen di eropa terhadap dunia Islam di asia, sejak tahun 632 melakukan ekspansi, bukan saja ke Syiria dan Asia kecil, tetapi juga Spanyol dan Sicilia

Faktor lain adalah keinginan mengembara dan bakat kemiliteran suku Teotinia yang telah mengubah peta Eropa sejak mereka memasuki lembaran sejarah penghancuran gereja , Holy Sepulchre adalah sebuah gereja yang didirikan di atas makam Yesus di kubur, pembangunannya dilakukan oleh Khalifah Tafhimiyahal-Hakim pada tahun 1009. Sedangkan gereja merupakan tujuan dari beribu-ribu jama’ah Eropa, perlakuan tidak wajar terhadap jema’ah Kristen yang akan ke Palestina melalui Asia oleh penguasa Saljuk. Sebelum mengetahui faktor utama perang salib, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu kondisi masyarakat Eropa pada masa itu hingga akhirnya tercetus ide Perang Salib atau yang mereka sebut Holy War (Perang Suci).

Kondisi yang terjadi saat itu, diantaranya :

a. Masyarakat dirundung berbagai permusuhan dan peperangan memperebutkan pengaruh diantara para tokoh dan pemimpin kerajaan, hal itu makin menambah buruknya keadaan ekonomi dan social Eropa Barat.

b. Adanya perseteruan antara Paus selaku pemimpin gereja dengan pihak kekaisaran selaku pemegang kekuasaan.

c. Kedudukan yang sangat tinggi, besarnya otoritas, serta luasnya peran yang dimiliki Paus saat itu, membuka peluang dan kesempatan bagi Paus untuk menjadi penentu tunggal kekuatan dunia.

d. Terjadinya perseteruan antara gereja ortodoks di Timur (Byzantium) dan gereja katolik di Barat (Romawi) dalam memperebutkan pengaruh ajaran.

e. Adanya fanatisme dan semangat keagamaan di kalangan masyarakat Eropa

Namun, selain kondisi di atas ada faktor-faktor utama yang melatarbelakanginya, yakni:

a.       Motif Agama

Ini merupakan faktor utama penyulut berkobarnya perang salib. Salah satu bukti konkritnya, para tentara salib ketika itu meletakkan symbol salib pada senjata-senjata mereka dan berbagai barang yang mereka bawa di medan perang . Dedengkot awal yang menjadi penyeru utama yang memiliki ide perang salib ialah Paus Urbanus II. Dia dianggap orang pertama yang bertanggung jawab menyebarluaskan ide tersebut, serta mendorong agar dikirim ekspedisi militer pertama ke Syam.

b.      Motif Politik

Meski agama menjadi motif utama, namun para raja dan pemimpi yang ikut dalam perang salib tak dapat menyembunyikan tujuan lain mereka yang bersifat politik

Menurut Ash-Shalabi, ada satu masalah besar yang selalu dihadapi para raja dan pemimpin, yaitu tidak adanya penaklukan dan penambahan tanah baru sehingga membuat melemahnya semangat karena banyak para pejabat yang tidak memiliki tanah Ada beberapa poin penting, diantaranya:

 1) Para raja dan pemimpin invasi militer memiliki ambisi yang jelas bernuansa politik dengan ditandai adanya perselisihan diantara kalangan mereka sendiri tentang perebutan kekuasaan wilayah-wilayah yang akan mereka taklukan, terutama Antioch.

2) Perang belum terjadi, tetapi mereka sudah memperbincangkan masalah pembagian harta rampasan perang

3) Motif politik ini bersumber dari Paus Urbanus II, Kekaisaran Byzantium, dan adanya peperangan di wilayah Spanyol Islam (Andalusia)

4) Terjadinya pertentangan dan perselisihan antara Khalifah Fathimiyah di Mesir, Khalifah Abbasiyah di Baghdad dan Amir Umayyah di Cordova dimanfaatkan betul oleh para pemimpin perang salib untuk merebut satu-persatu wilayah kekuasaan kaum muslimin.

c. Motif Sosial

Para pedagang besar yang berada di Pantai Timur Laut Tengah, terutama yang berada di kota Venesia, Genoa dan Pisa, berambisi untuk menguasai sejumlah kota dagang di sepanjang pantai timur dan selatan Laut Tengah untuk memperluas jaringan dagang mereka. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh adanya problem sosial yang terjadi pada masyarakat Eropa di abad pertengahan, dimana terdapat kesenjangan sosial yang melebar dikalangan mereka. Dalam keadaan yang demikian, sang Paus Urbanus pun hadir menarik simpati mereka dan mengajak untuk turut serta dalam Perang Salib. Mereka pun akhirnya mau karena Paus menjanjikan akan menghapuskan segala jenis beban kewajiban yang harus mereka bayarkan kepada para pejabat kerajaan

c.       Motif Ekonomi

Kondisi perekonomian Eropa di abad pertengahan memang sedang dilanda keterpurukan. Krisis pangan dan kelaparan terjadi dimana-mana. Maka ketika ada seruan perang salib, orang-orang yang mengalami kelaparan ini sangat berharap agar peperangan dapat menjadi jalan keluar bagi kesulitan hidup yang mereka rasakan.

d.      Kaisar Byzantium meminta bantuan Paus Urbanus II

Permintaan bantuan Kaisar Alexius Comnenus (1081-1118 M) kepada Paus Urbanus II untuk melawan Daulah Saljuk dari Turki bukan merupakan hal baru, sebelumnya Kaisar Michael VII juga telah meminta bantuan kepada Paus Gregorius VII untuk tujuan yang sama, menyusul peristiwa  Manzikert pada tahun 463 H . Dan hal yang perlu diperhatikan, bahwa permintaan bantuan yang dilakukan oeh Kaisar Byzantium kepada Paus Urbanus II, merupakan kesempatan emas yang ditunggutunggu oleh Paus.

e.      Impian Sang Paus

Pada abad pertengahan Eropa, muncul pemahaman bahwa kedudukan kaisar lebih tinggi disbanding kedudukan gereja katolik dan paus harus ditunjuk oleh kaisar. Namun, pihak gereja katolik justru berpikir sebaliknya sehingga terjadilah perseteruan diantara keduanya. Selain itu, pihak gereja katolik juga memiliki masalah pula dengan gereja ortodoks yang berpusat di Konstantinopel. Gereja katolik yang berada di Roma, sebenarnya berkeinginan menyatukan doktrin dan ritual dengan pihak gereja ortodoks. Namun, pada kenyataannya justru ditolak keinginan tersebut Untuk mewujudkan hal tersebut, Paus mengadakan sebuah pertemuan dengan para raja, pendeta, dan komunitas gereja pada tanggal 27 November 1095. Disinilah sang Paus menyampaikan pidatonya, sehingga tercetuslah ide Perang Salib.

2.       Periodisasi Perang Salib

Philip K.Hitti menyederhanakan periodesasi Perang Salib dalam tiga periode. Pertama, masa penaklukan (1009-1144), kedua, masa timbulnya reaksi umat Islam (1144-1192), dan ketiga, masa perang saudara keci-kecilan yang berakhir sampai 1291 M

a.       Periode Pertama Disebut periode penaklukan.

Jalinan kerja sama Kaisar Alexius I dan Paus Urbanus II berhasil membangkitkan semangat umat Kristen, terutama akibat pidato Paus Urbanus II di Clermont (Perancis Selatan), 26 November 1095. Pidato tersebut membuat orang-orang Kristen mendapatsuntikan untuk mengunjungi kuburan suci. Hassan Ibrahim Hassan dalam buku Tarikh Al-Islam (Sejarah Kebudayaan Islam) menggambarkan gerakan ini sebagai gerombolan rakyat jelata yang tidak memiliki pengalaman perang, tidak disiplin, dan tanpa persiapan. Gerakan ini dipimpin oleh Pierre I’ermite. Sepanjang jalan menuju Konstantinopel, mereka membuat keonaran, melakukan perampokan, dan bahkan terjadi bentrokan dengan penduduk Hongaria dan Bizantium. Akhirnya, dengan mudah, pasukan salib ini dapat dikalahkan oleh pasukan Dinasti Saljuk. Pasukan salib berikutnya dipimpin oleh Godfrey of Bouillon. Gerakan ini lebih merupakan militer yang terorganisasi rapi. Mereka berhasil menduduki kota suci Palestina (Yerusalem) pada 7 Juli 1099. Pasukan Godfrey ini melakukan pembantaian besar-besaran terhadap umat islam tanpa membedakan laki-laki dan wanita, anak-anak dan dewasa, serta tua dan muda. Mereka juga membumihanguskan bangunanbangunan milik umat islam. Sebelum menduduki Baitulmakdis, pasukan ini terlebih dahulu merebut AAnatalia Selatan, Tersus, Antiolia, Allepo, dan Ar-Ruba; (Edesa), juga merebut Tripoli, Syam (Suriah)dan Arce. Kemenangan pasukan salib pada periode ini telah mengubah peta dunia islam dan berdirinya kerajaan-kerajaan Latin- Kristen di timur, seperti kerajaan Baitulmakdis (1099) di bawah pemerintahan Raja Godfrey, Edessa(1099) dibawah kekuasaan Raja Reymond.

b.      Periode Kedua Disebut periode reaksi umat islam (1144-1192).

Jatuhnya beberapa wilayah kekuasaan islam ke tangan kaum Salib membangkitkan kaum muslimin menghimpun kekuatan untuk menghadapi mereka. Dibawah komando Imaduddin Zangi, gubernur Musol, kaum muslimin bergerak maju membendung serangan pasukan salib. Bahkan, mereka berhasil merebut kembali Allepo dan Edessa (Aen, 2008: 171). Jatuhnya Edessa ke tangan kaum muslimin menjadi berita memilukan di Barat (Eropa). Ia menjadi pendorong dan penggerak semangat bagi mereka untuk segera bangkit mengadakan misi salib jilid berikutnya. Hal ini juga dikarenakan kota tersebut merupakan kota pemerintahan pertamayang dibangun oleh pemerintahan salib di wilayah Timur

Setelah Imaduddin Zangi wafat tahun 1146, posisinya digantikan oleh putranya, Nuruddin Zangi. Ia meneruskan citacita ayahnya yang ingin membebaskan negara-negara islam di Timur dari cengkraman kaum salib. Kota-kota yang berhasil dibebaskan, antara lain damaskus (1147), Antiolia (1149),dan Mesir (1169)

c. Periode Ketiga

 Lebih dikenal dengan periode perang saudara kecil-kecilan atau periode kehancuran di dalam pasukan salib. Hal ini disebabkan oleh ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dan sesuatu yang bersifat matrialistik daripada motivasi agama. Dalam periode ini, muncul pahlawan wanita dari kalangan kaum muslimin yang terkenal gagah berani, yaitu Syajar Ad- Durr. Ia berhasil menghancurkan pasukan raja Louis IX dari Perancis sekaligus menangkap raja tersebut. bukan hanya itu, pahlawan wanita yang gagah berani ini telah mampu menunjukkan kebesaran Islam dengan membebaskan dan mengizinkan aja Louis IX kembali kenegerinya Perancis. Setelah kekalahan dalam Perang Hittin dan jatuhnya Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin, menimbulkan reaksi keras pada masyarakat Barat yang terkejut mendengar berita dua malapetaka besar itu.

Pertengahan tahun 583 H, Condrad de Montverat mengutus Gozias, kepala uskup di Shur pergi ke Barat Eropa untuk meminta bantuan para Raja dan Paus. Dalam perjalanannya, ia mendapat bantuan dari Raja Sicilia (William II) dan dengan bantuan Paus Clement III yang ada di Roma, akhirnya pula Gozias mendapat bantuan dari Raja Inggris , Richard “The Lion Heart, Raja Perancis (Philip Augustus), dan Raja Jerman (Frederick Barbarosa)

Dengan kekuatan besar, pasukan ini bergerak pada tahun 585 H/ 1189 H meintasi jalan darat kearah Konstantinopel. Mereka bergerak melewati wilayah musuh bebuyutannya, Isaac II Angelus (Kaisar Byzantium). Tak membuang waktu, Isaac segera menyampaikan gerakan pasukan salib ini ke sekutunya, Shalahuddin Al-Ayyubi. Meski Isaac telah berjanji tidak akan membolehkan pasukan itu melewati negerinya, namun kekuatan Kaisar Byzantium itu tidak mampu menahan laju pasukan salib tersebut

4.       Hasil Perang Salib I, II, dan III

Secara umum menjelaskan bahwa hasil-hasil tersebut diantaranya:

a. Kaum Kristiani banyak menyalin ilmu pengetahuan dari kaum Muslimin yang memiliki peradaban superior saat itu

b. Kaum Kristiani meniru ilmu industri dan keterampilan dari kaum Muslimin, seperti industry tekstil, pewarnaan, pelabuhan, tambang dan kaca

c. Peradaban Barat terpengaruh oleh peradaban Islam yang membuat ia tumbuh dan mencapai kegemilangan

d. Meski mendapat kerugian yang besar, banyak yang terbunuh, dan tidak tercapainya tujuan merebut Baitul Maqdis, namun Eropa mendapat perolehan besar dari semua itu yaitu peradaban Eropa bangkit dan berkembang cepat setelahnya

e. Melahirkan para kesatria Islam di panggung sejarah peradaban Islam sejak era Imaduddin, Nuruddin Zanki, hingga Shalahuddin Al-Ayyubi

5. Pengaruh Perang Salib di Dunia Islam

Perang Salib yang terjadi sampai pada akhir abad XIII memberi pengaruh kuat terhadap Timur dan Barat. Di samping kehancuran fisik, juga meninggalkan perubahan yang positif walaupun secara politis, misi Kristen-Eropa untuk menguasai Dunia Islam gagal. Perang Salib meninggalkan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan Eropa pada masa selanjutnya. Akibat yang paling tragis dari Perang Salib adalah hancurnya peradaban Byzantium yang telah dikuasai oleh umat Islam sejak Perang Salib keempat hingga pada masa kekuasaan Turki Usmani tahun 1453. Akibatnya, seluruh kawasan pendukung kebudayaan Kristen Orthodox menghadapi kehancuran yang tidak terelakkan, yang dengan sendirinya impian Paus Urban II untuk unifikasi dunia Kristen di bawah kekuasaan paus menjadi pudar.

Perubahan nyata yang merupakan akibat dari proses panjang Perang Salib ialah bahwa bagi Eropa, mereka sukses melaksanakan alih berbagai disiplin ilmu yang saat itu berkempang pesat di dunia Islam, sehingga turut berpengaruh terhadap peningkatan kualitas peradaban bangsa Eropa beberapa abad sesudahnya. Mereka belajar dari kaum muslimin berbagai teknologi perindustrian dan mentransfer berbagai jenis industri yang mengakibatkan terjadinya perubahan besar-besaran di Eropa, sehingga peradaban Barat sangat diwarnai oleh peradaban Islam dan membuatnya maju dan berada di puncak kejayaan.

Bagi umat Islam, Perang Salib tidak memberikan kontribusi bagi pengebangan kebudayaan, malah sebaliknya kehilangan sebagian warisan kebudayaan. Peradaban Islam telah diboyong dari Timur ke Barat. Dengan demikian, Perang Salib itu telah mengembalikan Eropa pada kejayaan, bukan hanya pada bidang material, tetapi pada bidang pemikiran yang mengilhami lahirnya masa Renaisance. Hal tersebut dapat dipahami dari kemenangan tentara Salib pada beberapa episode, yang merupakan stasiun ekspedisi yang bermacam-macam dan memungkinkan untuk memindahkan khazanah peradaban Timur ke dunia Masehi- Barat pada abad pertengahan. Di bidang seni, kebudayaan Islam pada abad pertengahan mempengaruhi kebudayaan Eropa. Hal itu terlihat pada bentuk-bentuk arsitektur bangunan yang meniru arsitektur gereja di Armenia dan bangunan pada masa Bani Saljuk. Juga model-model arsitektur Romawi adalah hasil dari revolusi ilmu ukur yang lahir di Eropa Barat yang bersumber dari dunia Islam. Perang Salib memberi kontribusi kepada gerakan eksplorasi yang berujung pada ditemukannya benua Amerika dan route perjalanan ke India yang mengelilingi Tanjung Harapan. Pelebaran cakrawala terhadap peta dunia mempersiapkan mereka untuk melakukan penjelajahan samudera di kemudian hari. Hal tersebut berkelanjutan dengan upaya negara-negara Eropa melaksanakan kolonisasi di berbagai negeri di Timur, termasuk Indonesia.

kekayaan bangsa dan mengorbankan putera terbaik. Ribuan penguasa, panglima perang dan rakyat menjadi korban. Gencatan senjata yang ditawarkan terhadap kaum muslimin oleh pasukan salib selalu didahului dengan pembantaian masal. Hal tersebut merusak struktur masyarakat yang dalam limit tertentu menjadi penyebab keterbelakangan umat Islam dari umat lain. Walaupun demikian, di sisi lain Perang salib membuktikan kemenangan militer Islam di abad pertengahan, yang bukan hanya mampu mengusir Pasukan Salib, tetapi juga pada masa Turki Usmani mereka mampu mencapai semenanjung Balkan (abad ke-14-15) dan mendekati gerbang Wina (abad ke-16 dan 17), sehingga hanya Spanyol dan pesisir Timur Baltik yang tetap berada di bawah kekuasaan Kristen

 

Sumber: Buku Sejarah Peradaban Islam

sejarah peradaban islam peradaban islam jelaskan periodisasi sejarah peradaban islam yang kamu ketahui perkembangan peradaban islam pada masa kejayaan jelaskan apa yang menjadi bukti peradaban islam pada masa kejayaan bukti peradaban islam pada masa kejayaan sejarah peradaban islam pdf pengertian sejarah peradaban islam buku sejarah peradaban islam makalah sejarah peradaban islam peradaban islam di dunia buku sejarah peradaban islam terlengkap pdf peradaban islam di indonesia periodisasi sejarah peradaban islam sebab kemajuan peradaban islam pada masa kejayaan buku sejarah peradaban islam pdf ebook sejarah peradaban islam menganalisis faktor faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia sejarah peradaban islam di andalusia sejarah peradaban islam di dunia peradaban islam di spanyol kegemilangan dan pencapaian kejayaan peradaban islam pada masa dinasti abbasiyah jurnal sejarah peradaban islam peradaban islam pada masa khulafaur rasyidin yayasan pusat peradaban islam perkembangan peradaban islam di dunia materi sejarah peradaban islam jurnal sejarah peradaban islam pdf download menelaah perkembangan peradaban islam pada masa kejayaan peradaban islam adalah faktor kemunduran peradaban islam ibrah dari perkembangan peradaban islam pada masa dinasti ayyubiyah makalah peradaban islam download buku sejarah peradaban islam pdf pdf sejarah peradaban islam kemajuan peradaban islam dalam berbagai bidang salah satu bukti peninggalan peradaban islam di spanyol adalah pusat peradaban islam ketika mencapai masa keemasan terdapat di jurnal sejarah peradaban islam pdf perkembangan peradaban islam pengertian sejarah peradaban islam menurut para ahli peradaban islam di andalusia peradaban islam pada masa bani abbasiyah pusat pusat peradaban islam masjid sebagai pusat peradaban islam kemajuan peradaban islam di dunia faktor faktor kemunduran peradaban islam di dunia peradaban islam di asia tenggara faktor faktor kemajuan peradaban islam di dunia menganalisis ibrah dari perkembangan peradaban islam pada masa dinasti ayyubiyah menganalisis salah satu perkembangan peradaban islam masa bani umayyah contoh peradaban islam sejarah peradaban islam di spanyol faktor kemajuan peradaban islam kebudayaan dan peradaban islam peradaban islam di turki makalah sejarah peradaban islam pdf masa keemasan peradaban islam dapat tercapai pada masa pemerintahan khalifah perkembangan peradaban islam di indonesia sebab sebab kemajuan peradaban islam pada masa kejayaan pengaruh peradaban islam terhadap dunia barat kemajuan peradaban islam sumbangan peradaban islam pada dunia sejarah dan peradaban islam sejarah peradaban islam di asia tenggara pengertian sejarah peradaban islam pdf sejarah peradaban islam di eropa kemunduran peradaban islam periodesasi peradaban islam kemajuan peradaban islam di spanyol sejarah peradaban islam pada masa khulafaur rasyidin sejarah peradaban islam pada masa bani umayyah makalah tentang sejarah peradaban islam periodisasi peradaban islam sejarah peradaban islam power point sejarah peradaban islam ppt peradaban islam pada masa modern buku sejarah peradaban islam terlengkap sejarah peradaban islam badri yatim pdf pdf buku sejarah peradaban islam pengantar sejarah peradaban islam materi sejarah peradaban islam pdf sejarah peradaban islam di nusantara sejarah peradaban islam dirasah islamiyah ii kumpulan jurnal sejarah peradaban islam download ebook sejarah peradaban islam badri yatim jurnal peradaban islam definisi peradaban islam pusat peradaban islam di dunia peradaban islam di afrika pusat peradaban islam pada masa bani umayyah jelaskan faktor kemunduran peradaban islam di dunia makalah tentang peradaban islam bukti peradaban islam pada masa dinasti bani abbasiyah resume sejarah peradaban islam makalah masjid sebagai pusat peradaban islam teks bahasa arab tentang peradaban islam pengertian peradaban islam menurut para ahli pusat kemajuan peradaban islam di dunia latar belakang sejarah peradaban islam

Related Posts

Post a Comment

mgid