ADSENSE

Langkah Menulis Artikel Sederhana

Post a Comment

 Sebelum menulis perlu kiranya kita mengetahui apa itu menulis? Apa saja aktivitas menulis? Dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tulis ménulis. Siapa pun kita, apakah seorang penulis pemula maupun senior, pasti melewati tiga tahapan penulisan utama, yaitu: pertama, tahap persiapan. Kedua, tahap penulisan naskah. Dan ketiga, dan tahap koreksi. Manfaat luar biasa dari menulis ternyata bisa didapatkan pada tiap tahapan menulis tersebut. Walaupun kelihatannya sederhana, namun ketiga tahapan 

ini bagaimanapun, bagi seorang pemula adalah sesuatu yang sangat berat dan melelahkan. Namun yakinlah, bahwa tanpa memulai, kita tidak akan tahu seberapa lelah dan sulitnya memulai menulis. 

1. Menentukan topik tulisan 

Topik haruslah fokus pada satu permasalahan. Kalaupun kita akan membahas tentang politik, pada sisi apanya yang akan kita kupas. Kalau kita akan ngupas tentang Pemilu, maka Pemilupun sesungguhnya belum fokus. Misalnya kita akan mengupas tentang kecurangan Pemilu, strategi pemenangan Pemilu, ketidak mampuan KPU dalam menyelenggarapan Pemilu atau yang lainnya. jadi topik harus fokus, jangan ngambang. 

2. Menentukan tujuan dari tulisan 

Apakah tulisan kita dimaksudkan untuk mengkritik, memprofokasi, meyakinkan orang, menawarkan sesuatu, memaparkan fakta, menjelaskan sebuah peristiwa, atau hanya menghibur saja. Kejelasan ini akan sangat berhubungan dengan jenis tulisan dan referensi yang'harus disediakan. 

3. Mengumpulkan referensi Tulisan yang bagus adalah tulisan yang dilengkapi dengan referensi yang cukup. Sebab referensi akan sangat membantu kualitas dan bobot tulisan kita. Kecuali tulisan yang kita buat sifatnya fiksi, 'kita cukup mencari ide, kemudian berkhayal, atau berceritera tentang suatu peristiwa tertentu ditambah dengan bumbu-bumbu yang dapat mendramatisir ceritera tersebut. 

4. Buat kerangka karangan/out line 

Ini penting jika kita ingin agar dalam proses penulisan tidak ngawur. Out line atau semacam daftar isi ini akan sangat membantu dalam menentukan alur tulisan kita dari awal hingga akhir. Hanya saja out line jangan dianggap harga mati, sebab pada prakteknya Anda akan berimproflsasi. Kalau demikian, apakah out line tadi menjadi mubadzir? Tentu tidak. keberadaannya tetap penting karena dapat memberikan gambara garis besar tentang rencana tulisan yang akan dibuat. 

6.Mulai menulis 

Sejujurnya, bagi pemula, tahap inilah yang paling berat. Walaupun ide sudah ada, referensi sudah lengkap, tetapi masih bingung juga apa yang mesti ditulis terlebih dahulu. Namun harus diyakini, bahwa kebingungan itu tidak akan terjawab, kalau tidak pernah menuliskan apapun pada mesin tik Anda. Kalau tulisan pertama dianggap sebagai sebuah eksperimen, maka yakinlah tanpa eksperimen tidak mungkin dicapai kesuksesan. Karenanya, mulailah menuliskan tentang apa saja yang kita ingat, jangan takut salah, sebab tidak ada satu karyapun yang lahir dengan sempurna. 

Hanya saja, kalau terlalu pusing memilih kata-kata pertama atau kalimat pertama apa yang harus ditulis, maka kita bisa menjembataninya dengan mengutip tulisan orang (tokoh), syair atau ayat al-Quran. Kemudian tanggapi kutipan itu sesuai pendapat kita. Paling tidak cara ini telah menjawab persoalan tahap pertama dalam menulis. 

Dalam pengembangan tulisan, selain pendapat sendiri, kita pun bisa mengutip lagi pendapat orang lain. Namun kutipan itu _ dalam rangkan menguatkan argumen kita tentang isi tulisan. Jangan terbuai dengan kutipan, sebab akan memaiingkan ' maksud tulisan semula. Tetaplah konsisten dengan maksud tulisan sendiri, kutipan dari sana-sisi hanya untuk memperkuat pendapat kita. 

6. Lakukanlah penyuntingan dan pemeriksaan (editing) 

Untuk tahap ini, seorang penulis perlu memeriksa kembali tulisannya dengan kritis dan objektif. la perlu melihat apakah terdapat ketidakcocokan dalam pemilihan kata, contoh, dan ilustrasi. la perlu memeriksa apakah ada kesalahan dalan penyusunan kalimat. 

Penulis perlu memutuskan apakah informasi yang disampaikan sudah cukup jelas. Singkatnya, penulis perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk melihat kelemahan dari tulisannya dan melakukan koreksi yang diperlukan agar tulisannya menjadi lebih baik. Untuk melampaui tahap ini dengan sukses diperlukan obyektivitas untuk menemukan kesalahan, keberanian untuk mengakui kesalahan, dan upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Tanpa ketiga kualitas ini, tak akan ada perbaikan. 





Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment

mgid