ADSENSE

Budidaya Bawang Merah dari TSS (True Shallot Seed)

Post a Comment
Sampai saat ini petani bawang merah umumnya masih menggunakan umbi bibit untuk bahan tanaman. Biaya penyediaan umbi bibit cukup tinggi, yaitu sekitar 40% dari total biaya produksi. Penggunaan TSS (True Shallot Seed) merupakan alternatif lain untuk membudidayakan bawang merah. Kelebihan penggunaan TSS dibanding kan umbi bibit, antara lain ialah kebutuhan benih sedikit (7,5 kg/ha) dibandingkan umbi bibit (1,5 ton/ha), bebas patogen penyakit, menghasil kan tanaman yang lebih sehat dan umbi yang lebih besar, dan daya hasil lebih tinggi. Penggunaan TSS layak secara ekonomis karena dapat mening katkan hasil dua kali lipat dibandingkan dengan penggunaan umbi bibit konvensional
Cara Budidaya

Pesemaian 
  • Buat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi 40-50 cm, dan panjangsesuai dengan kebutuhan, jarak antar bedengan 50 cm. Bedengan sebaiknya diberi naungan plastik transparan untuk melindungi bibit muda dari curah hujan dan terik matahari 
  • Campur tanah bedengan dengan pupuk kandang matang 2 kg/m2, Dolomit 150 g/m2, SP-36 100 g/m2, dan KCI 50 g/m2 
  • Taburi bedengan dengan arang sekam padi setebal 5 cm dan Karbofuran 5 g/m, aduk secara merata dengan tanah permukaan bedengan 
  • Ratakan permukaan bedengan, lalu buat alur dengan jarak 5-10 cm lalu kedalaman 1 cm 
  • Taburkan biji TSS ke dalam alur sebanyak 150-200 biji/alur (1 g/m) dan tutup dengan tanah halus atau media yang dihaluskan, kemudian tutup dengan plastik tebal warna biru atau hitam. Kecambah akan muncul 5-10 hari setelah semai, lalu tutup buka 
  • Penyiraman bibit dilakukan setiap hari pada pagi atau petang hari 
  • Pemupukan NPK (15-15-15) diberikan lima kali dengan cara dicor dengan konsentrasi 2 g/1 pada umur satu minggu setelah semai, kemudian diulang seminggu sekali 
  • Pengendalian gulma dilakukan secara manual, yaitu disiangi dengan tangan 
  • Untuk mengendalikan hama pada persemaian seperti orong-orong, semut, dan cacing dapat digunakan umpan campuran bekatul 1 kg dan Dursban 50 ml 
  • Untuk mengendalikan hama ulat bawang yang menyerang, setelah bibit berumur satu bulan dapat digunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, piretroid, spinosad, atau profenofos. Penyemprotan insektisida menggunakan sprayer dan dilakukan pada sore hari 
  • Setelah bibit berumur 5-6 minggu, bibit siap dipindahkan ke lapangan. Bibit yang digunakan sebagai bahan tanaman adalah bibit yang sehat dan sudah memiliki 2-4 helai daun
Budidaya Bawang Merah dari TSS  (True Shallot Seed)

Pengolahan tanah 
  • Pengolahan tanah dilakukan 2-4 minggu sebelum penanaman
  • dengan kedalaman olah 25 cm 
  • Buat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm, tinggi 40-50 cm, dan
  • panjang sesuai dengan keadaan lapangan 
  • Jika pH < 5,5 tambahkan kapur dengan dosis 2,5 ton/ha 
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang (10 ton/ha) dan pupuk P (125 kg P,0./ha), 2 hari sebelum pindah tanam 
  • Pupuk disebar merata di atas permukaan bedengan dan dicampur secara merata dengan tanah permukaan bedengan
  •  Ratakan dan haluskan tanah permukaan bedengan, dan buat lubang
  • tanaman dengan jarak 10 cm x 10 cm 
Penanaman
Sebelum tanam lakukan penyiraman bedengan terlebih dahulu untuk memberikan kelembaban tanah Tanam bibit yang telah berumur 5-6 minggu, 1 bibit/lubang. Tekan tanah di sekitar pangkal tanaman dengan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah

Budidaya Bawang Merah dari TSS  (True Shallot Seed)


Pemeliharaan tanaman 
  • Pada awal pertumbuhan sampai umur 3 minggu penyiraman dilakukan secara rutin pagi dan sore, terutama setelah hujan 
  • Pemupukan susulan berupa pupuk N dan pupuk K dengan dosis 120 - 180 kg N/ha dan 60 kg K,O/ha, diberikan 3 kali yaitu pada umur 2, 4, dan 6 minggu setelah tanam masing-masing 1/3 dosis 
  • Pengendalian hama dan penyakit : Hama yang menyerang antara lain ialah ulat grayak, trips dan lalat penggorok daun dan pengendaliannya menggunakan insektisida yang selektif dan efektif. Penyakit yang umum menyerang an ialah penyakit otomatis (antraknos), trotol (Alternaria porri), dan embun tepung (Peronospora destructor). Pengendaliannya menggunakan fungisida yang selektif dan efektif.
Panen dan Pascapanen
  • Bawang TSS dapat dipanen setelah 75% dari daunnya telah rebah dan umbi tersembul ke permukaan tanah, yaitu pada saat tanaman berumur 70-80 hari, tergantung pada varietas yang ditanam T
  • anaman dicabut secara hati-hati, dibersihkan, diikat, kemudian dijemur di bawah terik matahari langsung selama 7 hari. Setelah itu disimpan di atas para-para
Budidaya Bawang Merah dari TSS  (True Shallot Seed)

Keyword: budidaya bawang merah pdf teknik budidaya bawang merah dengan biji buku panduan budidaya bawang merah budidaya bawang merah di polybag materi budidaya bawang merah gambarcaramenanambawangmerah budidaya bawang merah dari biji budidaya bawang merah musim kemarau Load Metrics (uses 23 credits) KEYWORD budidaya bawang merah budidaya bawang merah pdf budidaya bawang merah di polybag budidaya bawang merah dari biji budidaya bawang merah polybag budidaya bawang merah hidroponik budidaya bawang merah organik budidaya bawang merah dalam polybag budidaya bawang merah di musim hujan budidaya bawang merah biji cara budidaya bawang merah teknik budidaya bawang merah analisa budidaya bawang merah buku budidaya bawang merah pdf cara budidaya bawang merah dengan biji makalah budidaya bawang merah jurnal budidaya bawang merah cara budidaya bawang merah di polybag panduan budidaya bawang merah analisa budidaya bawang merah dalam polybag budidaya tanaman bawang merah budidaya tanaman bawang merah pdf budidaya tanam bawang merah

Related Posts

Post a Comment

mgid