ADSENSE

6 Tips Investasi Saham Untuk Pemula

Post a Comment

Hampir setiap pemula dalam pasar saham selalu mencari cara agar cepat dan mudah menuju  kekayaan  serta  kebahagiaan  dalam  memperoleh  penghasilan di  pasar  saham,  namun  sayangnnya kebanyakan dari mereka akhirnya terjerumus kedalam model investasi selembar lotre.

Mereka berperilaku seakan membeli tiket lotre dalam membeli saham berharap biasa naik empat kali lipat atau lebih dari itu untuk suatu periode yang kadang kurang dari satu tahun. Mengandalkan keberuntungan merupakan cara investasi yang dilakukan orang keliru, seringkali mereka malas mempelajari hal hal yang berkaitan dengan metode investasi yang sesungguhnya.

Untuk para pemula dalam dunia saham seharusnya mereka mencoba berinvestasi secara teratur (menabung saham), menghindari risiko keuangan yang tidak mereka pahami, serta membiarkan uang bekerja untuk anda selama beberapa tahun sambil anda tetap berkerja pada perusahaan tempat anda berkerja, dengan begitu akan lebih banyak waktu luang untuk mereka belajar metode investasi yang sesungguhnya, dan ketika asset sudah terkumpul secara signifikan barulah mereka bisa berhenti berkerja dan menghidupi kebutuhanya melalui penghasilan di pasar saham.


Mari kita pelajari beberapa hal yang harus dilakukan oleh investor pemula agar bisa sukses dalam berinvestasi di pasar saham.


Pertama pelajari setiap dasar dasar investasi

Sebelum anda terjun kedalam investasi pasar saham ada baiknya anda luangkan waktu untuk mempelajari dasar dasar tentang pasar saham. Anda harus pahami beberapa dasar dasar tersebut seperti :

  Rasio dasar keuangan diantaranya adalah PER, PBV, EPS, ROE, ROA, DER dan tingkat pertumbuhan tahunan dari setiap rasio tersebut. Dengan mengetahui rasio rasio tersebut anda memiliki kemampuan untuk membandingkan perusahaan yang satu dengan yang lain secara menyeluruh.

    Memahami  metode  analisis  fundamental  dan  teknikal  serta  menemukan  metode  yang  sesuai  dengan keperibadian anda baik itu secara profil resiko dan emosional diri anda.

Mengetahui setiap maksud jenis pesanan pasar saham seperti buy, sell, hold, ignor, stop loss, take profit, harga bid dan offer, likuiditas, sektor dan index serta jenis lain yang biasa digunakan dalam pasar saham.

Mengenai pengetahuan tersebut hal itu sangat sejalan dengan apa yang dikatakan oleh investor terkenal Warren Buffett bahwa risiko datang dari ketidak tahuan atas apa yang anda lakukan.


Kedua menetapkan tujuan jangka panjang

Sebelum anda berinvestasi, ada baiknya anda memikirkan tujuan dari keperluan investasi anda. Apakah untuk tabungan masa pensiun, untuk keperluan pendidikan masa depan, membeli rumah impian, atau kendaraan pribadi ?

Anda  harus  mengetahui  tujuan  yang  sesungguhnya  ingin  anda  capai  sebab pasar  saham  sangat fluktuatif sehingga tidak dapat memberikan kepastian bahwa semua uang anda akan tersedia ketika anda membutuhkannya dalam waktu dekat.

Pikirkan waktu pengembalian keuntungan yang anda harapkan dapat terwujud secara realistis apakah dalam empat bulan, enam bulan, setahuan atau beberapa tahun yang akan datang. Sebab pertumbuhan protofolio aset anda akan bergantung pada tiga faktor utama yang saling berhubungan yaitu modal yang Anda investasikan, jumlah laba bersih yang ingin ada capai dalam suatu periode, dan berapa lamanya waktu investasi yang akan anda lakukan.


Ketiaga memahami resiko yang dapat anda toleransikan dari setiap kerugian.

Toleransi risiko ini lebih menekankan pada faktor psikologis sebagaimana perasaan anda tentang rasa ketakutan,  kecemasan  ketika  ada  resiko  yang  anda  hadapi  saat  terjadi  penurunan  nilai  investasi  anda  di kemudian hari. Katakanlah pada diri anda sendiri apakah anda bersedia menerima penurunan nilai investasi anda sebesar 20% atau mungkin lebih dari itu ?

Pasar saham dalam jangka pendek sangatlah fluktuatif harganya seperti ombang di lautan yang terkadang pasang dan surut tanpa kita harapkan, seringkali kepanikan, ketakutan, kecemasan akan membuat setiap keputusan anda dalam kekeliruan yang merugikan aset anda.

Dengan memahami profil resiko investasi, anda dapat menghindari investasi yang cenderung membuat

pikiran anda terganggu, tidak bisa tidur di malam hari karena kecemasan dan rasa takut. Dalam pasar saham investor  dituntut  untuk  dapat  berfikir  secara  kepala  dingin  dan  realistis  agar  dapat  mempertimbangkan keputusan yang tepat terhadap portofolio asetnya.


Keempat mengendalikan emosi anda.

Tantangan terbesar dalam pasar saham adalah ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi dan membuat keputusan yang logis serta realistis.

Harga saham perusahaan dalam jangka pendek mencerminkan emosi dari keseluruhan investor, namun dalam jangka panjang harga saham perusahaan adalah cerminan dari hasil kinerja perusahaan. Saat kebanyakan investor khawatir tentang kinerja perusahaan yang kurang memuaskan maka harga sahamnya cenderung menurun. Tetapi ketika mayoritas investor merasa kinerja perusahaan tumbuh dan berkembang maka harga sahamnya cenderung naik mengikuti kinerja perusahaan itu sendiri dalam jangka panjangnya dan mungkin dalam jangka pendek adalah terjadinya aksi ambil untung yang dilakukan oleh beberapa investor yang sudah membukukan keuntungan yang diharapkan oleh mereka.

Seringkali pergerakan jangka pendek ini dipicu oleh isu isu berita tentang perusahaan, spekulator, harapan dan emosi serta perilaku investor di pasar saham. Saat harga saham bergerak berlawanan dengan harapan kita maka itu akan menimbulkan ketegangan dan ketidakamanan. Seringkali yang terpikir dalam benak anda adalah haruskah saya menjualnya untuk menghindari kerugian atau menyimpannya dan berharap harga akan kembali naik ?

Namun ketika harga saham bergerak sesuai harap anda, yang pertama anda pikirkan mungkin mengambil untung saat ini sebelum harga jatuh atau mempertahankan saham yang anda pegang karena mungkin harga akan cenderung naik lebih tinggi ?

Dalam keadaan seperti itu maka emosi andalah yang menjadi dominan dalam mengambil keputusan, dan  kebanyakan  investor  yang  tidak  dapat  mengendalikan  emosinya  akan  terjerumus  kedalam  suatu pengambilan keputusan yang keliru.

Saat emosi mulai menguasai pikiran saya sarankan anda buka kembali lembar lembar analisis anda terhadap saham tersebut, periksalah kembali disitu anda akan mengetahui bahwa emosi anda seringkali berlawanan dengan hasil analisis yang telah anda lakukan.

Ketika anda akan membeli saham, anda harus memiliki alasan kuat mengapa anda membeli saham perusahaan tersebut, dan menetapkan harga di mana anda harus membeli, serta menjual saham tersebut baik itu

dalam keadaan untung maupun dalam keadaan rugi, cobalah biasakan diri untuk bertindak sesuai dengan hasil analisis yang anda lakukan dan jauhi setiap tindakan yang berdasarkan pada emosional anda.


Kelima lakukan diversifikasi pada investasi anda

Ada sebuah pepatah di pasar saham yaitu “jangan meletakan telur dalam satu keranjang, sebab bila jatuh semuanya pecah tak tersisa” sebagian besar investor yang sukses ialah mereka yang berhati hati dalam memiliki saham perusahaan, mereka seringkali memiliki saham perusahaan yang berbeda dalam industri yang berbeda, dan mungkin di negara yang berbeda, dengan maksud agar apabila terjadi satu peristiwa buruk maka tidak akan mempengaruhi semua kepemilikan aset mereka.

Sebagi contoh, apabila anda memiliki suatu saham katakanalah saham A saham di bidang infrastuktur dan anda menaruh semua uang anda di saham perusahaan tersebut maka ketika terjadi hal buruk seperti terjadi kerugian perusahaan akibat mahalnya bahan baku dan kalah persaingan dalam industrinya atau terkena kasus hukum berat sehingga menutup operasi persuhaan tersebut maka anda kehilangan semua uang anda secara keseluruhan.

Itulah sebabnya diversifikasi sangat dianjurkan karena bertujuan untuk mengurangi resiko investasi saat terjadi penurunan nilai pada investasi anda, diversifikasi atau menyebar kepemilikan saham dari beberapa perusahaan yang berbeda dan berbeda sektor industry jauh lebih baik daripada hanya menginvestasikan uang anda di satu perusahaan secara keseluruhan.


Keenam hindari leverage

Leverage dalam pasar saham lebih dikenal dengan istilah transaksi margin yang berarti penggunaan uang pinjaman untuk mengeksekusi suatu saham. Leverage adalah suatu fasilitas yang tidak baik bagi seorang pemula  di  pasar  saham,  hal  tersebut  diperuntukan untuk  mereka  yang  sudah  mendapat  pengalaman dan keyakinan dalam kemampuan membuat keputusan investasi bukan untuk para pemula yang baru mengenal pasar saham. 


Related Posts

Post a Comment

mgid